“Ini bukan perubahan gradual. Ini percepatan eksponensial yang langsung menyasar tugas-tugas inti di profesi hukum,” kata Robert.
Robert juga menyoroti fenomena yang ia sebut cognitive offloading — kecenderungan manusia menyerahkan proses berpikir sepenuhnya kepada mesin. Di profesi hukum, praktik ini menyimpan risiko serius yang kerap diabaikan.
“Kita bicara teknologi yang sudah dipakai untuk analisis hukum dan bahkan verifikasi diserahkan ke AI, itu sangat berbahaya apalagi juga tidak ada rezim tanggung jawab yang jelas,” paparnya.
Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Managing Partner UMBRA sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni UI Pramudya Oktavinanda menunjukkan langsung bagaimana output AI bisa berbalik arah hanya karena perubahan konteks pertanyaan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




