Teknologi

Unpad Resmi Izinkan Mahasiswa Gunakan AI untuk Tugas, Ini Aturan dan Pengawasannya

97
×

Unpad Resmi Izinkan Mahasiswa Gunakan AI untuk Tugas, Ini Aturan dan Pengawasannya

Sebarkan artikel ini
Unpad Bebaskan Mahasiswa Pakai AI untuk Tugas Kuliah, Kok Bisa? Kebijakan ini resmi disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran
Unpad Bebaskan Mahasiswa Pakai AI untuk Tugas Kuliah, Kok Bisa? Kebijakan ini resmi disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran

Unpad Resmi Izinkan Mahasiswa Gunakan AI untuk Tugas, Ini Aturan dan Pengawasannya

XJABAR.COM – Unpad Bebaskan Mahasiswa Pakai AI untuk Tugas Kuliah, Kok Bisa? Kebijakan ini resmi disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, sebagai bagian dari strategi kampus dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan tinggi.

Kebijakan tersebut bukan tanpa dasar. Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan bahwa penggunaan AI diperbolehkan sebagai alat bantu akademik, namun tetap berada dalam koridor integritas akademik yang ketat. Aturan ini dituangkan dalam regulasi resmi kampus serta disertai pedoman etis, pelatihan dosen, hingga kerja sama dengan perusahaan teknologi global.

Langkah Unpad ini menjadi sorotan karena di tengah perdebatan nasional dan global tentang dampak AI terhadap dunia pendidikan, kampus negeri ternama tersebut justru memilih pendekatan adaptif dan terkontrol.

Alasan Unpad Membuka Akses AI bagi Mahasiswa

Rektor Dorong Keterlibatan dalam Ekosistem AI

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari komitmen Unpad untuk terlibat aktif dalam ekosistem AI. Menurutnya, AI bukan ancaman, melainkan alat bantu yang sangat kuat dalam mendukung produktivitas akademik.

Dalam keterangan resminya yang dikutip dari laman kampus pada Kamis (12/2/2026), Prof Arief menegaskan bahwa penggunaan AI di Unpad tetap harus berada dalam kerangka integritas akademik.

Ia menyampaikan bahwa AI dapat menjadi alat yang “powerful” dalam menghasilkan karya ilmiah, mulai dari membantu merumuskan ide, mencari referensi awal, hingga menyempurnakan struktur tulisan. Namun, mahasiswa tetap wajib memahami substansi materi dan tidak diperkenankan sekadar menyalin hasil dari sistem AI.

Integritas Akademik Jadi Prioritas Utama

Unpad menekankan bahwa kebijakan ini bukan berarti membebaskan mahasiswa menggunakan AI tanpa batas. Justru sebaliknya, kampus ingin memastikan pemanfaatan teknologi berjalan seimbang dengan tanggung jawab akademik.

Menurut Prof Arief, tantangan terbesar bukan pada keberadaan AI, melainkan pada kesiapan sivitas akademika dalam menggunakannya secara etis. Oleh sebab itu, literasi AI menjadi fokus utama kebijakan ini.

“Saya mohon para pimpinan bisa melakukan intensifikasi untuk literasi AI ini untuk para dosen dan para kaprodinya. Agar kaprodi dan dosen harus lebih tahu, atau minimal sama tahunya dengan generasi baru dalam penggunaan AI,” pesannya.

Regulasi Resmi: Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2025

Payung Hukum Penggunaan AI Generatif

Sebagai bentuk keseriusan, Unpad telah menerbitkan Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2025 tentang Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif dalam Kegiatan Pembelajaran di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

Regulasi ini mengatur secara rinci batasan, tanggung jawab, serta mekanisme pengawasan penggunaan AI dalam proses pembelajaran. Dengan adanya aturan tertulis, kebijakan ini memiliki landasan hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam perspektif tata kelola pendidikan tinggi, langkah ini mencerminkan prinsip good governance serta akuntabilitas publik, yang menuntut kredibilitas institusi dalam setiap kebijakan akademik.

Penyesuaian Sesuai Mata Kuliah

Unpad juga memberikan fleksibilitas kepada program studi dan dosen dalam menentukan tingkat penggunaan AI sesuai karakteristik mata kuliah. Artinya, tidak semua tugas otomatis memperbolehkan penggunaan AI dalam porsi yang sama.

Beberapa mata kuliah mungkin mengizinkan AI untuk membantu penyuntingan bahasa atau eksplorasi ide awal, sementara mata kuliah lain dapat membatasi penggunaan AI hanya pada aspek tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *