Teknologi

Unpad Resmi Izinkan Mahasiswa Gunakan AI untuk Tugas, Ini Aturan dan Pengawasannya

100
×

Unpad Resmi Izinkan Mahasiswa Gunakan AI untuk Tugas, Ini Aturan dan Pengawasannya

Sebarkan artikel ini
Unpad Bebaskan Mahasiswa Pakai AI untuk Tugas Kuliah, Kok Bisa? Kebijakan ini resmi disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran
Unpad Bebaskan Mahasiswa Pakai AI untuk Tugas Kuliah, Kok Bisa? Kebijakan ini resmi disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan Unpad tidak bersifat seragam, melainkan kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran.

Pedoman Etis dan Workshop AI Bersama Google

Peluncuran Pedoman Etis Penggunaan AI

Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad, Dr Intan Nurma Yulita, mengungkapkan bahwa kampus tengah menyiapkan pedoman etis penggunaan AI yang lebih komprehensif.

Salah satu poin penting dalam pedoman tersebut adalah pengaturan seberapa besar porsi AI dapat digunakan dalam tugas akademik. Pedoman ini dirancang untuk menghindari praktik plagiarisme dan copy-paste tanpa pemahaman.

Mahasiswa tetap diwajibkan melakukan elaborasi pemikiran pribadi dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya secara akademik.

Kerja Sama dengan Google dan Fasilitas Premium AI

Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas digital, Unpad juga menjalin kerja sama dengan Google untuk mengadakan workshop AI bagi dosen dan mahasiswa.

Selain itu, Unpad memfasilitasi penggunaan AI melalui akses ke Gemini Pro dan NotebookLM bagi sivitas akademika yang menggunakan akun afiliasi resmi kampus.

Menurut Dr Intan, akses ini memberikan pengalaman penggunaan AI yang lebih maju dibanding versi dasar.

“Jadi kalau mahasiswa dan para dosen ketika masuk ke Google dengan menggunakan afiliasi Unpad, itu bukan lagi yang basic, tetapi sudah next level,” ujarnya.

Langkah ini memperlihatkan bahwa Unpad tidak hanya memberi izin, tetapi juga menyediakan infrastruktur pendukung agar penggunaan AI berjalan optimal dan terarah.

Batasan Tegas: Tidak Boleh Copy-Paste

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Pikiran

Dosen Universitas Padjadjaran sekaligus kreator konten, Ira Mirawati, menegaskan bahwa AI boleh digunakan, tetapi tidak boleh menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Menurutnya, penggunaan AI sebaiknya hanya pada bagian tertentu, misalnya membantu menemukan padanan kata atau menyunting kalimat, bukan menyusun keseluruhan tugas secara otomatis.

“AI itu boleh digunakan tapi jangan sampai copas (copy-paste). Hasilnya tetap harus ada elaborasi dengan pemikiran mahasiswa itu,” tegasnya.

Pernyataan ini memperjelas bahwa tanggung jawab akademik tetap berada pada mahasiswa.

Mekanisme Evaluasi oleh Dosen

Para dosen juga akan menguji pemahaman mahasiswa terhadap tugas yang dikumpulkan. Mahasiswa dapat diminta menjelaskan kembali isi tugasnya untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memahami materi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *