Teknologi

Separuh Pekerja AS Kini Pakai AI, Tapi Transformasi Besar di Perusahaan Belum Terjadi

121
×

Separuh Pekerja AS Kini Pakai AI, Tapi Transformasi Besar di Perusahaan Belum Terjadi

Sebarkan artikel ini
Gallup survei 23.717 karyawan AS: 50% sudah pakai AI
Gallup survei 23.717 karyawan AS: 50% sudah pakai AI

XJABAR.COM – Untuk pertama kalinya, separuh pekerja dewasa di Amerika Serikat tercatat menggunakan kecerdasan buatan (AI) setidaknya beberapa kali dalam setahun. Temuan ini berasal dari survei terbaru Gallup yang melibatkan 23.717 karyawan AS pada 4–19 Februari 2026—dan gambarannya jauh lebih kompleks dari sekadar angka adopsi.

Adopsi AI Menembus Titik Tengah

Gallup, perusahaan analitik dan konsultasi manajemen global, mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan AI di lingkungan kerja. Angka pengguna AI di kalangan pekerja dewasa AS kini menembus 50%, naik dari 46% pada kuartal sebelumnya.

Frekuensi penggunaannya pun ikut meningkat. Sebanyak 13% karyawan mengaku menggunakan AI setiap hari, sementara 28% lainnya menggunakannya beberapa kali dalam seminggu. Ini bukan lagi tren pinggiran—AI sudah masuk ke rutinitas kerja jutaan orang.

Di level perusahaan, adopsi bergerak lebih lambat. Sebanyak 41% karyawan menyatakan perusahaan mereka telah mengintegrasikan teknologi atau tool AI untuk meningkatkan praktik organisasi, naik tiga poin dari kuartal sebelumnya. Selisih antara penggunaan individu dan adopsi institusional ini menjadi salah satu temuan paling mencolok dalam laporan tersebut.

Perusahaan yang Pakai AI Lebih Banyak Berubah—ke Dua Arah

Karyawan di perusahaan yang telah mengadopsi AI lebih cenderung melaporkan perubahan signifikan di tempat kerja mereka, baik yang bersifat positif maupun negatif. Sebanyak 27% dari kelompok ini mengatakan tempat kerja mereka telah berubah secara signifikan atau sangat signifikan dalam setahun terakhir.

Angka itu kontras dengan karyawan di perusahaan yang belum menggunakan AI—hanya 17% yang melaporkan tingkat perubahan serupa.

Perubahan ini tampaknya terkait langsung dengan komposisi tenaga kerja. Karyawan di organisasi yang mengadopsi AI lebih sering melaporkan dua hal sekaligus: perekrutan baru sekaligus pemutusan hubungan kerja. Mereka yang bekerja di perusahaan berbasis AI lebih banyak melaporkan ekspansi tenaga kerja (34% vs. 28%) dibanding perusahaan non-AI, sekaligus lebih banyak pula yang melaporkan pengurangan karyawan (23% vs. 16%).

Pola ini tidak merata di semua skala perusahaan.

Perusahaan Besar vs. Menengah: Pola yang Berbeda

Gallup menemukan perbedaan pola kepegawaian yang mencolok berdasarkan ukuran organisasi. Pada perusahaan dengan jumlah karyawan di bawah 10.000, organisasi yang telah mengadopsi AI justru lebih banyak melaporkan pengurangan tenaga kerja (33%) dibanding ekspansi (30%).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *