Teknologi

Separuh Pekerja AS Kini Pakai AI, Tapi Transformasi Besar di Perusahaan Belum Terjadi

121
×

Separuh Pekerja AS Kini Pakai AI, Tapi Transformasi Besar di Perusahaan Belum Terjadi

Sebarkan artikel ini
Gallup survei 23.717 karyawan AS: 50% sudah pakai AI
Gallup survei 23.717 karyawan AS: 50% sudah pakai AI

Tren berbeda terlihat di perusahaan besar dengan jumlah karyawan 10.000 atau lebih yang belum mengadopsi AI. Di organisasi-organisasi ini, 36% melaporkan perekrutan dan perluasan tenaga kerja, sementara hanya 23% yang melaporkan pengurangan.

Pergeseran di perusahaan besar, menurut Gallup, berpotensi membentuk persepsi publik lebih luas tentang dampak AI terhadap lapangan pekerjaan. Ini bukan soal statistik semata—ini soal siapa yang kehilangan pekerjaan dan siapa yang tidak.

Kekhawatiran PHK Akibat AI Terus Meningkat

Ketakutan kehilangan pekerjaan akibat AI bukan lagi isu abstrak. Sebanyak 18% dari seluruh karyawan AS menyatakan bahwa sangat atau agak mungkin pekerjaan mereka akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan karena AI atau otomatisasi.

Di antara karyawan yang bekerja di perusahaan yang sudah mengadopsi AI, angka itu lebih tinggi: 23%.

Lonjakan kekhawatiran ini berjalan seiring dengan perluasan adopsi AI dan pergeseran dinamika internal perusahaan yang makin terasa nyata bagi para pekerja.

Produktivitas Naik—Tapi Hanya di Meja Masing-masing

Di dalam perusahaan yang mengimplementasikan AI, 65% karyawan mengatakan AI telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja mereka. Sebanyak 16% mengatakan dampaknya positif, meski sebagian lain menyebut adanya dampak negatif yang ikut dirasakan.

Para pengguna AI aktif mengaku alat ini membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas spesifik secara lebih efisien—mulai dari menyusun draf konten, merangkum informasi, hingga mengumpulkan ide-ide baru.

Namun ada ironi di balik angka ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *