Berita

Inflasi 2,95%, Pemkot Bandung Pastikan Stok Beras Surplus 35.000 Ton

11
×

Inflasi 2,95%, Pemkot Bandung Pastikan Stok Beras Surplus 35.000 Ton

Sebarkan artikel ini
IMG 20261105 WA0004

XJabar.com, Bandung, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang akhir 2026. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul sejumlah momentum besar, mulai dari Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, Ramadan, Idulfitri 2027, hingga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berpotensi meningkatkan permintaan barang dan jasa.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengendalian inflasi menjadi faktor penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan berkualitas. Pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Oktober 2026, inflasi Kota Bandung secara tahunan (year on year) mencapai 2,95 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) tercatat sebesar 2,18 persen, dengan pertumbuhan ekonomi semester II mencapai 5,78 persen.

“Pada dasarnya, kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonominya harus berkualitas. Salah satu syaratnya adalah pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan tingkat inflasi yang terkendali,” kata Farhan saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kota Bandung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Selasa (3/11/2026).

Farhan menyebut lima momentum berdekatan yang perlu diwaspadai, yakni Nataru, Imlek, Ramadan, Idulfitri, dan SPMB. Peningkatan aktivitas masyarakat pada periode tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah kebutuhan.

Sebagai strategi pengendalian inflasi, Pemkot Bandung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memperkuat pemantauan harga, memastikan ketersediaan stok pangan, serta menjaga kelancaran distribusi dari pasar induk ke pasar tradisional. Koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi gejolak harga.

Khusus komoditas beras, Pemkot Bandung memastikan pasokan dalam kondisi aman. Harga rata-rata beras saat ini berada di angka Rp13.585 per kilogram atau sekitar Rp85 di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan beras mencukupi dengan surplus mencapai sekitar 35.000 ton dari berbagai varietas, mulai dari beras SPHP hingga premium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *