Vape hingga Pola Makan Buruk Percepat Penuaan
Gaya hidup memegang peranan besar dalam laju penuaan kulit. Dr. Dewita menyebut sejumlah kebiasaan yang secara langsung mempercepat kemunculan tanda-tanda penuaan di usia muda.
Kebiasaan jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat, hingga penggunaan vape atau rokok elektrik terbukti memperburuk kondisi kulit. Dampaknya beragam. Mulai dari kulit yang tampak lebih kusam, munculnya kerutan halus lebih cepat, hingga hilangnya kekencangan di area jawline.
“Kulit di sekitar garis senyum bisa tampak berlebih, sehingga wajah terlihat kurang segar,” jelasnya.
Pola tidur yang buruk dan stres kronis juga berkontribusi meski tidak disebutkan secara eksplisit oleh dr. Dewita, namun secara klinis keduanya diketahui mempercepat degradasi kolagen.
Perawatan Sejak 20-an Bukan Sekadar Tren
Dr. Dewita menegaskan bahwa memulai perawatan kulit sejak usia 20-an bukan tindakan berlebihan. Justru sebaliknya.
Langkah preventif yang dimulai lebih awal memberi hasil yang lebih optimal dan tetap terlihat natural dibandingkan intervensi yang dilakukan terlambat.
Sejumlah metode yang bisa dipertimbangkan mencakup stimulasi kolagen untuk memperkuat jaringan kulit, serta teknik deep lifting guna mengencangkan ligamen otot. Keduanya dirancang untuk mengurangi kerutan sekaligus memperkuat otot penopang kulit dan menjaga elastisitas wajah secara keseluruhan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





