Lifestyle

Penuaan Dini Usia 20-an: Dokter Ungkap Bahaya Vape dan Pola Makan Buruk

14
×

Penuaan Dini Usia 20-an: Dokter Ungkap Bahaya Vape dan Pola Makan Buruk

Sebarkan artikel ini
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin ungkap gaya hidup buruk seperti vape dan pola makan tidak sehat percepat penuaan kulit sejak usia 20-an.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin ungkap gaya hidup buruk seperti vape dan pola makan tidak sehat percepat penuaan kulit sejak usia 20-an.

Vape hingga Pola Makan Buruk Percepat Penuaan

Gaya hidup memegang peranan besar dalam laju penuaan kulit. Dr. Dewita menyebut sejumlah kebiasaan yang secara langsung mempercepat kemunculan tanda-tanda penuaan di usia muda.

Kebiasaan jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat, hingga penggunaan vape atau rokok elektrik terbukti memperburuk kondisi kulit. Dampaknya beragam. Mulai dari kulit yang tampak lebih kusam, munculnya kerutan halus lebih cepat, hingga hilangnya kekencangan di area jawline.

“Kulit di sekitar garis senyum bisa tampak berlebih, sehingga wajah terlihat kurang segar,” jelasnya.

Pola tidur yang buruk dan stres kronis juga berkontribusi meski tidak disebutkan secara eksplisit oleh dr. Dewita, namun secara klinis keduanya diketahui mempercepat degradasi kolagen.

Perawatan Sejak 20-an Bukan Sekadar Tren

Dr. Dewita menegaskan bahwa memulai perawatan kulit sejak usia 20-an bukan tindakan berlebihan. Justru sebaliknya.

Langkah preventif yang dimulai lebih awal memberi hasil yang lebih optimal dan tetap terlihat natural dibandingkan intervensi yang dilakukan terlambat.

Sejumlah metode yang bisa dipertimbangkan mencakup stimulasi kolagen untuk memperkuat jaringan kulit, serta teknik deep lifting guna mengencangkan ligamen otot. Keduanya dirancang untuk mengurangi kerutan sekaligus memperkuat otot penopang kulit dan menjaga elastisitas wajah secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *