Berdasarkan data ketenagakerjaan, peta pengangguran di Jawa Barat menunjukkan tren yang menarik jika dilihat dari sisi gender maupun wilayah.
Dari segi gender, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki tercatat sebesar 6,79 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada di angka 6,46 persen. Kendati demikian, kedua kelompok ini sama-sama mencatatkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2025.
Sementara itu, jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di kawasan perkotaan masih lebih tinggi (6,98 persen) daripada perdesaan (5,14 persen).
Menariknya, wilayah perkotaan justru menunjukkan tren perbaikan dengan mencatatkan penurunan angka pengangguran, sedangkan wilayah perdesaan mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,22 persen poin.
Seiring dengan perbaikan pada tingkat pengangguran secara keseluruhan, penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat ikut terkerek naik. Jumlah penduduk yang bekerja kini mencapai 24,77 juta orang, yang berarti bertambah sekitar 0,26 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025.
Peningkatan ini juga didukung oleh sejumlah catatan penting dalam sektor ketenagakerjaan.





