Kepala Dusun 4 Sukamanah, Wiwik, mengatakan awalnya retakan hanya kecil dengan bunyi “kretek-kretek”. Namun kini, kerusakan semakin meluas. Dinding dan lantai rumah banyak yang pecah, bahkan beberapa bangunan nyaris ambruk.
“Kondisi ini membuat warga cemas. Aktivitas ibadah Ramadan pun terganggu karena khawatir terjadi longsor susulan. Banyak warga memilih fokus menyelamatkan barang-barang dari rumah yang sudah dikosongkan,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.





