Ketika Urusan Kantor Datang Tanpa Permisi
Jadwal ideal yang sudah dirancang dengan cermat di pagi hari tidak selalu mampu menahan kejutan dari arah instansi. Instruksi tambahan bisa muncul secara tiba-tiba di grup kerja — tidak peduli sedang apa pegawai di rumah saat itu.
Ika tidak menutup mata terhadap skenario ini. Baginya, kemampuan membaca skala prioritas secara cepat adalah kompetensi birokrasi yang tetap berlaku meski ruang kerjanya sudah berpindah ke dapur atau ruang tamu.
“Kalau misalkan memang urgent, sangat urgent dan harus diselesaikan detik itu juga, ya pasti kita akan tinggalkan apa yang kita kerjakan,” tutur Ika.
Kesiagaan birokrasi, dalam pandangan Ika, tidak boleh luruh hanya karena lokasi kerja bergeser. WFH bukan berarti bekerja setengah hati — melainkan bekerja penuh di lokasi yang berbeda.
Shinta dan Tantangan Bayi yang Selalu Ingin Menempel
Tingkat kesulitan berbeda sepenuhnya dihadapi oleh Shinta Kurniaputri (34), rekan sesama ASN Pemkot Jakarta Timur. Ia membesarkan dua anak — Anan (7) yang sudah sekolah, dan Shaka (1) yang masih batita.
Shaka adalah variabel yang tidak bisa dijadwalkan. Bayi usia satu tahun tidak mengenal konsep jam kerja atau batas tenggat laporan. Naluri menempel pada ibu adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa dinegosiasikan — sementara tanggung jawab kerja pimpinan divisi tidak bisa menunggu.
Shinta menemukan satu formula terbatas: ketika beban kerja sedang rendah, dua peran itu masih bisa dijalankan bersamaan dalam batas toleransi tertentu.
“Kecuali kalau kerjaannya agak santai, enggak terlalu buru-buru, bisa sambil main, bisa sambil dikerjain gitu sih,” kata Shinta saat dihubungi pada Minggu.
Namun ketika pekerjaan sedang tidak bisa diganggu gugat, hanya ada satu jalan keluar yang benar-benar efektif: memisahkan diri secara fisik. Shinta menyerahkan pengawasan Shaka kepada anggota keluarga lain yang membantu di rumah, lalu menarik diri ke ruang tersendiri.
“Jadi kadang ya udah, akunya menghilang dulu gitu loh kalau mau fokus kerja. Jadi kadang memang tidak bareng si anak bayi ini,” ujarnya.
Kata “menghilang” yang dipilih Shinta bukan hiperbola. Itu adalah deskripsi literal dari satu-satunya cara ia bisa memberikan output kerja yang layak tanpa gangguan — sebuah pilihan yang tidak datang tanpa konsekuensi emosional.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





