Berita

APAK Soroti Kerawanan Tunda Bayar Ratusan Miliar, Desak DPRD dan BPK Audit Sebelum APBD 2027 Disahkan

23
×

APAK Soroti Kerawanan Tunda Bayar Ratusan Miliar, Desak DPRD dan BPK Audit Sebelum APBD 2027 Disahkan

Sebarkan artikel ini
file 00000000b804821184d9386005830c57

Keempat, ketepatan pencatatan seluruh kewajiban pemerintah dalam laporan keuangan daerah.

Kelima, kemungkinan adanya bunga, komisi, atau biaya tambahan yang tidak memiliki dasar kontraktual dan tidak tercatat secara semestinya.

Keenam, perencanaan anggaran yang sejak awal berpotensi tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan, sehingga kewajiban pembayaran justru dialihkan ke tahun anggaran berikutnya.

APAK menegaskan bahwa keenam aspek tersebut merupakan titik pemeriksaan atau risiko yang perlu diuji melalui audit dan penelusuran dokumen. Bukan kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi.

Minta Dokumen Tunda Bayar Dibuka ke Publik

Untuk memastikan persoalan tersebut dapat diperiksa secara objektif, APAK meminta Pemerintah Provinsi membuka informasi mengenai seluruh daftar tunda bayar.

Informasi yang diminta meliputi nama proyek, nama kontraktor, nilai kewajiban, tanggal BAST, bukti verifikasi penyelesaian pekerjaan, serta pencatatan utang dalam laporan keuangan.

Selain itu, APAK meminta penjelasan mengenai mekanisme penganggaran untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, termasuk dokumen perubahan APBD apabila terdapat penggunaan anggaran yang memerlukan mekanisme tersebut.

Kriteria penentuan prioritas pembayaran serta ketentuan kontrak yang berkaitan dengan keterlambatan pembayaran juga dinilai perlu dibuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut APAK, keterbukaan dokumen menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pembayaran dilakukan berdasarkan kewajiban yang sah, bukan karena kedekatan, kepentingan, ataupun intervensi pihak tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pertumbuhan ekonomi jabar
Berita

Perekonomian Jawa Barat menunjukkan performa impresif pada Triwulan III-2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, ekonomi Jabar tumbuh sebesar 5,89 persen (year-on-year/y-on-y) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian positif ini bahkan sukses melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,47 persen.