“Kemudian selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari atau badan air semi tertutup yang berada di muara sungai, di mana air tawar dari sungai bercampur dengan air laut, dia berubah menjadi sidat kaca atau glass eel,” tambahnya.
Perjalanan hidup yang panjang dan bergantung pada kondisi perairan yang spesifik ini membuat sidat rentan terhadap tekanan lingkungan dan eksploitasi berlebih.
Potensi Ekonomi Strategis yang Butuh Perlindungan Sains
Gadis menekankan bahwa pendekatan pengelolaan berbasis sains bukan sekadar pilihan — ini keharusan. Eksploitasi berlebih yang tidak dikendalikan berpotensi mengancam populasi sidat dalam jangka panjang.
Padahal, sidat adalah salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomi strategis di Indonesia. Permintaan ekspor sidat, terutama ke Jepang, sudah berlangsung lama dan nilainya tidak kecil.
Ironinya, potensi besar ini belum sepenuhnya disertai tata kelola yang memadai. Peneliti BRIN menilai, kebijakan perikanan nasional perlu mengintegrasikan pendekatan ilmiah agar industri sidat dapat berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan populasinya.
Sidat bukan ikan asing di perairan Indonesia. Yang asing justru adalah perhatian serius terhadapnya.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





